|
|
Browse » Home »
Posts filed under SMA
Makna yang terkandung dalam sebuah karya seni merupakan representasi seorang seniman dalam melihat hal yang akan ditawarkan kepada dunia luar, yaitu penikmat, publik, atau masyarakat umum. Seorang kolektor atau penikmat dalam sebuah pameran tentunya akan bertanya tentang makna yang terkandung dalam karya-karya yang dipamerkan. Hal itu merupakan bagian dari komunikasi antara penikmat dan karya seni sehingga akan muncul pemahaman dalam diri penikmat seni tersebut.
Untuk melihat keunikan-keunikan tersebut, kamu dapat melihatnya dalam karya seni yang dihasilkan oleh seniman-seniman di Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Salah satu bentuk karya seni terapan adalah seni bangunan. Masyarakat Tana Toraja memiliki rumah adat yang disebut Tongkonan. Rumah itu tampak begitu megah. Struktur bangunannya dihiasi dengan banyak ornamen sulur-suluran khas Toraja dengan warna yang cerah. Hiasan tersebut tampak saling melengkapi antara bentuk yang satu dengan bentuk yang lainnya. Tahukah kamu mengapa hiasan bidang tersebut memenuhi semua struktur bangunan rumah? Ternyata, masyarakat Tana Toraja takut akan bidang kosong dan bidang itu harus ditutupi (horror vacui). Berdasarkan hal tersebut, tema yang tampak dari bangunan tersebut adalah tema religi.
Bentuk Tongkonan sangat unik. Rumah ini merupakan rumah panggung yang terbuat dari kayu. Atapnya berbentuk perahu, yang melambangkan asal-usul orang Toraja yang tiba naik perahu dari Cina. Di bagian depan rumah, di bawah atap yang menjulang tinggi, dipasang tanduk-tanduk kerbau. Jumlah tanduk kerbau ini melambangkan jumlah upacara penguburan yang pernah dilakukan oleh keluarga pemilik tongkonan. Di sisi kiri rumah (menghadap ke arah barat) dipasang rahang kerbau yang pernah di sembelih, sedangkan di sisi kanan (menghadap ke arah timur) dipasang rahang babi.
Di depan tongkonan terdapat lumbung padi, yang disebut ‘alang‘. Tiang-tiang lumbung padi ini dibuat dari batang pohon palem yang licin sehingga tikus tidak dapat naik ke dalam lumbung. Pada semua tongkonan dan lumbung terdapat ukiran. Semua ukiran tersebut merupakan simbol makna hidup orang Toraja. Ukiran-ukiran itu ada yang bermakna hubungan manusia Toraja dengan pencipta-Nya, dengan sesama manusia (lolo tau), ternak (lolo patuon), dan tanaman (lolo tananan).
Dalam pandangan orang Toraja, tongkonan dianggap sebagai ‘ibu‘, sedangkan alang dianggap sebagai ‘bapak‘. Tongkonan berfungsi untuk rumah tinggal, kegiatan sosial, upacara adat, serta membina kekerabatan. Bagian dalam rumah dibagi menjadi tiga bagian, yaitu bagian utara, tengah,dan selatan. Ruangan di bagian utara disebut ‘tangalok‘, berfungsi sebagai ruang tamu, tempat anak-anak tidur, juga tempat meletakkan sesaji. Ruangan bagian tengah disebut ‘Sali‘, berfungsi sebagai ruang makan, pertemuan keluarga, tempat meletakkan orang mati, juga dapur. Adapun ruangan sebelah selatan disebut ‘sumbung‘, merupakan ruangan untuk kepala keluarga.
Baca Selengkapnya ...
Bentuk adalah unsur penting dalam seni rupa dengan unsur garis, bidang, warna, dan nada sebagai pembentuknya. Perkembangan seni rupa boleh dikatakan sebagai perkembangan bentuk-bentuk. Bentuk merupakan unsur seni rupa yang dapat dilihat secara visual karena tersusun atas unsur fisik. Secara garis besar, bentuk karya seni rupa digolongkan ke dalam tiga jenis, yaitu bentuk figuratif, abstraktif, dan abstrak.
a. Bentuk Figuratif Bentuk figuratif adalah bentuk yang berasal dari alam (nature). Lahirnya bentuk figuratif tergantung pada pemikiran seseorang tentang bentuk tersebut. Setiap kebudayaan bangsa memiliki konsep yang berbeda dengan gambar bentuk alam. Contoh bentuk figuratif dapat terlihat pada gambar manusia, hewan, tumbuhan, dan benda.
b. Bentuk Abstraktif Bentuk abstraktif adalah bentuk figuratif yang diubah sedemikian rupa sehingga beberapa bagian dari bentuk asalnya menghilang dan bentuknya berubah menjadi bentuk yang sudah digayakan. Contoh bentuk abstraktif dapat dilihat pada batik, topeng, wayang kulit/golek, dan dekorasi.
c. Bentuk Abstrak Bentuk abstrak adalah bentuk yang menyimpang dari wujud benda-benda atau makhluk yang ada di alam (nonfiguratif). Karya abstrak adalah karya yang telah mengalami proses eksplorasi bentuk lebih lanjut dari bentuk yang biasa kita lihat sehingga idenya lebih tinggi. Biasanya bentuk abstrak lebih menonjolkan esensi dari bentuk sebenarnya dengan pengolahan imaji dan daya khayal senimannya.
Baca Selengkapnya ...
Tema atau topik yang digunakan untuk membuat suatu karya seni banyak dipengaruhi oleh letak geografis, adat istiadat, dan kekayaan alam daerah di mana benda tersebut dibuat. Daerah yang satu dengan daerah yang lain tentu akan berbeda cara mengungkapkan karya seninya. Masing-masing memiiki keunikan dan ciri khas tersendiri. Pada umumnya, tema-tema yang terkandung dalam sebuah karya seni rupa adalah kerajaan, peperangan, kasih saying, flora dan fauna, keindahan alam, agama atau religi, kehidupan masyarakat, khayalan, dan dongeng.
Baca Selengkapnya ...
Dalam membuat sebuah karya seni, seorang seniman memerlukan gagasan atau ide. Ide tersebut bisa berasal dari mana, kapan dan di mana saja. Ada ide yang berasal dari proses perenungan, ada pula ide yang muncul begitu saja. Selain itu, ada ide yang benar-benar baru, ada pula ide yang terinspirasi dari hasil karya orang lain.
Karya seni seorang seniman juga turut dipengaruhi oleh tempat di mana seniman itu tinggal. Hal-hal yang dapat mempengaruhi hasil karya seni seorang seniman itu bisa berupa kebiasaan, adat istiadat, dan karakteristik lingkungan daerah. Hal-hal tersebut akan membentuk pola pikir dan akhirnya menghasilkan hasil karya seni yang spesifik. Perwujudan karya seni yang dihasilkan pun akan berbeda antara daerah yang satu dengan daerah yang lain. Hal tersebut akan menambah keragaman, variasi bentuk, serta memperkaya khazanah seni Nusantara.
Seperti telah dijelaskan sebelumnya, seni rupa terapan adalah seni rupa yang dibuat dengan mengutamakan fungsi benda yang dibuat tersebut, tanpa melepas nilai estetisnya. Karya seni rupa terapan suatu daerah dapat kamu lihat dalam beragam bentuk, seperti seni bangunan, pakaian adat, wayang, batik, dan alat-alat rumah tangga. Karya seni yang dihasilkan tersebut juga memiliki keunikan tema, bentuk, dan juga makna.
Baca Selengkapnya ...
Di samping kebutuhan jasmani, manusia mempunyai kebutuhan yang sifatnya untuk mencapai kebutuhan rohani. Di sinilah peran seni, selain hasil karya yang dihasilkan dapat dilihat, didengar, dan diamati, bisa juga menimbulkan kepuasan terhadap si penikmatnya. Berdasarkan fungsinya sebagai pemenuh kebutuhan, seni terbagi menjadi dua kelompok, yaitu fungsi individual dan fungsi sosial.
1. Fungsi Individual Karya seni merupakan ungkapan jiwa atau emosi pembuatnya yang mencerminkan sesuatu baik suka, duka, sedih, marah, bahagia, cita-cita, pikiran, perasaan, pandangan hidup, watak, bentuk, corak, warna, bahan, dan teknik yang dikuasai. Masing-masing seniman memiliki kemampuan tersendiri yang khas yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Fungsi seni secara pribadi di sini lebih mengedepankan seni sebagai alat ekspresi untuk mencurahkan ide dan gagasan seseorang lewat sebuah karya. Karya ini bersifat pribadi.
Fungsi seni bagi manusia yang bersifat individual dapat dibedakan menjadi dua, yaitu fisik dan emosional.
a. Fisik Fungsi ini berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan fisik manusia, baik yang dipakai langsung maupun sebagai pelengkap aktivitasnya. Misalnya, pakaian, perabot (meja, kursi, lemari), rumah sebagai tempat tinggal, kerajinan, perhiasan, alat komunikasi, sepatu, dan tas.
b. Emosional Fungsi ini berhubungan dengan ekspresi seniman (penggubah) dan apresiator (penikmat konsumen). Contohnya, lukisan, novel, musik, film, pementasan teater/drama, dan patung.
2. Fungsi Sosial Pada dasarnya, seni diciptakan untuk dinikmati oleh orang lain, publik atau masyarakat pada umumnya. Seorang seniman dapat mengatakan bahwa ia berkarya untuk dirinya sendiri. Namun, sebenarnya tanpa disadari mereka membutuhkan apresiator, yaitu masyarakat untuk menilai menikmati dan mengagumi hasil karya seni yang telah ia buat.
Adapun karya seni dapat berfungsi sosial terdapat dalam bidang-bidang sebagai berikut.
a. Pendidikan Seni sering dimanfaatkan oleh dunia pendidikan untuk membantu mempermudah penyampaian pesan, baik berupa gambar (visual) maupun suara (audio) atau keduanya. Pemanfaatan seni pada dunia pendidikan sangat banyak dan keduanya saling terkait. Contohnya, film ilmiah, gambar ilustrasi pada buku-buku pelajaran, poster ilmiah, dan foto.
b. Rekreasi Fungsi seni dalam hal rekreasi mempunyai bentuk yang mampu menciptakan suatu kondisi tertentu yang bersifat penyegaran dan pembaharuan dari kondisi yang telah ada. Misalnya, saat kamu menyaksikan pertunjukan drama/teater, konser musik, film, menikmati taman rekreasi, atau berlibur ke pantai.
c. Komunikasi Seni dapat digunakan sebagai media untuk menghubungkan atau berhubungan antara seseorang dengan orang lain atau masyarakat. Bentuknya bisa berupa anjuran, pesan, gagasan, produk, perintah, atau larangan. Jenis tampilannya bisa berupa handphone (HP), TV, poster, reklame, internet, baligo, dan radio.
d. Keagamaan/Religi Fungsi seni dalam bidang keagamaan bisa menandakan atau mengidentifikasikan kekhasan serta ciri khas dari agama. Contohnya arsitektur masjid, gereja, makam, candi, kaligrafi, bentuk dekorasi rumah ibadah, dan pakaian ibadah.
Baca Selengkapnya ...
Seni pakai atau biasa disebut seni terapan adalah karya seni rupa yang lebih mengutamakan fungsi tertentu, tanpa melepas aspek estetis. Seni terapan tersebut antara lain seni dekorasi, reklame, ilustrasi, kerajinan/kriya, arsitektur, keramik, batik, dan grafika (cetak mencetak).
a. Seni Grafis Seni grafis merupakan bentuk seni rupa terapan berwujud dua dimensi yang berkaitan dengan cetak-mencetak. Hasil dari seni grafis dapat digandakan dengan cara pencetakan. Seni ini sudah berkembang sekitar 1000 tahun yang lalu di Cina, sedangkan di Eropa seni ini telah berkembang sekitar 600 tahun yang lalu. Secara umum, seni grafis terbagi atas cetak tinggi, cetak dalam, cetak datar, cetak tunggal, dan cetak saring.
b. Seni Keramik Seni keramik merupakan bentuk seni rupa terapan berwujud tiga dimensi. Keramik adalah benda yang terbuat dari tanah liat dan mengalami proses pembakaran pada tingkat suhu tertentu. Saat ini bahan untuk membuat keramik sudah beragam, misalnya earthenware, stoneware, kaolin, dan silika.
c. Desain Produk Desain produk merupakan bentuk seni rupa yang berwujud tiga dimensi. Hasil karya seni ini digunakan untuk peralatan dan benda sehari-hari seperti peralatan rumah tangga, pakaian, alat tulis, mainan, sepatu, dan perhiasan.
d. Desain Arsitektur Desain arsitektur merupakan bentuk seni rupa yang berwujud tiga dimensi. Hasil karya seni dapat dilihat dari beragamnya bentuk bangunan di sekitarmu. Misalnya, rumah, sekolah, masjid, dan gedung perkantoran. Menurut dimensi (matra), seni rupa terbagi atas karya seni dua dimensi dan tiga dimensi.
1. Seni Rupa Dua Dimensi (Dwimatra) Seni rupa dua dimensi yaitu karya seni rupa yang terbentuk dari unsur panjang dan lebar. Contohnya karya seni ini adalah seni lukis, seni grafis, spanduk, poster, stiker, batik, mozaik, relief, lukisan kaca, dan sablon.
2. Seni Rupa Tiga Dimensi (Trimatra) Karya seni tiga dimensi merupakan karya seni yang mempunyai tiga unsur, yaitu panjang, lebar, dan tinggi serta memiliki unsur kesan ruang, bentuk, danvolume. Contoh karya seni ini adalah seni patung, seni arsitektur, seni kriya/kerajinan, seni keramik, diorama, bonsai, dan seni mengatur taman.
Baca Selengkapnya ...
Seni murni yaitu bentuk seni rupa yang diciptakan dengan lebih mengutamakan unsur ekspresi jiwa pembuatnya (seniman) tanpa mencampuradukannya dengan fungsi atau kegunaan tertentu. Seni murni diciptakan khusus untuk dinikmati segi estetik dan artistiknya. Kebebasan dalam berekspresi menjadi hal penting dalam berkarya seni murni. Kelompok seni ini terdiri atas seni lukis dan seni patung.
a. Seni Lukis Seni lukis merupakan satu bentuk seni rupa yang berwujud dua dimensi. Seni lukis termasuk seni rupa yang sudah berumur tua. Hal tersebut terbukti dari goresan-goresan pada dinding gua yang sudah ada pada zaman prasejarah. Awalnya goresan-goresan tersebut dibuat untuk kepentingan ritual. Setelah itu, seni lukis mengalami perkembangan dengan munculnya beragam aliran seperti kubisme, naturalis, dan realistis.
b. Seni Patung Seni patung merupakan satu bentuk seni rupa yang berwujud tiga dimensi. Seni patung juga sudah berumur tua. Awalnya patung-patung tersebut dibuat untuk ritual pemujaan. Patung-patung tersebut ada yang terbuat dari kayu atau bongkahan batu. Hingga saat ini, teknik pembuatan patung terus mengalami perkembangan, misalnya dengan membentuk (membutsir), memahat atau mengukir, dan mencor. Bahan yang digunakan juga semakin beragam seperti tanah liat, plastisin, lilin, bubur kertas, semen, gips, sabun, dan es.
Baca Selengkapnya ...
Seni rupa merupakan salah satu bentuk seni. Seni rupa memadukan unsur garis, bidang, warna, tekstur, dan volume. Seni rupa dapat dikelompokkan berdasarkan ukuran sebuah karya, baik teknik, bahan, maupun kegunaannya. Secara garis besar, seni rupa dikelompokkan menjadi seni murni dan seni terapan.
Baca Selengkapnya ...
Seni audiovisual yaitu seni yang dapat dinikmati oleh indra pendengaran dan penglihatan. Contoh seni audiovisual antara lain sebagai berikut.
a. Seni tari merupakan perpaduan gerak dan nada. b. Seni drama merupakan perpaduan gerak, kata, dan visual. c. Seni opera merupakan perpaduan gerak, nada, dan visual. Pembagian seni secara umum berdasarkan penikmatannya dibagi menjadi lima cabang, yaitu sebagai berikut.
1. Seni Rupa Karya seni rupa dapat dinikmati dengan indra penglihatan (visual) dan peraba. Seni rupa biasanya memanfaatkan unsur garis, bidang, warna, tekstur, dan volume. Contoh hasil karya seni rupa adalah lukisan, kaligrafi, poster, reklame, spanduk, patung, diorama, kursi, meja, seni grafis, dan seni kerajinan.
2. Seni Musik Karya seni musik dapat dinikmati dengan indra pendengaran (audio) yang dibentuk dari unsur nada dan bunyi dalam alat musik, suara manusia (vokal), atau gabungan keduanya.
3. Seni Tari Seni tari adalah seni yang diwujudkan melalui gerak, ruang, waktu, irama, wirasa, wiraga, dan susunan unsur gerakan anggota tubuh secara teratur dan menurut pola-pola tertentu sehingga menimbulkan gerakan yang indah dan memesona. Karya seni ini dapat dinikmati dengan indra penglihatan dan indra pendengaran (audiovisual).
4. Seni Teater Seni teater adalah seni yang memadukan unsur gerakan dan kata. Biasanya dalam teater terdapat naskah, penokohan, latar tempat, dan alat pengiring. Seni teater dapat dinikmati dengan indra penglihatan dan pendengaran (audiovisual). Contoh teater terkenal adalah Teater Koma.
5. Seni Sastra Seni sastra adalah seni yang mengungkapkan pengalaman jiwa dan perasaan dalam bentuk bahasa, tulisan, dan kalimat yang mengandung nilai estetis untuk mendapatkan kepuasan rohaniah. Bentuk karya sastra dapat berupa prosa (struktur bahasanya bebas), puisi (struktur bahasanya terikat/berima), dan drama (struktur bahanya disusun dalam bentuk lakon atau cerita).
Baca Selengkapnya ...
Seni visual adalah seni yang dapat dinikmati dengan indra penglihatan (mata). Contoh seni visual antara lain sebagai berikut.
a. Seni dua dimensi yang meliputi garis, cahaya, warna, bentuk, dan gerak. Misalnya, seni lukis, seni grafis, dan sinematografi. b. Seni tiga dimensi yang meliputi ruang dan wujud yang bisa dicoba. Misalnya, seni patung, arsitektur, seni tari, dan pantomim.
Baca Selengkapnya ...
Seni audio adalah seni yang dapat dinikmati dengan indra pendengaran (telinga). Contoh seni audio adalah sebagai berikut.
a. Seni musik, yaitu seni yang dapat dinikmati melalui nada. Misalnya, pertunjukan gamelan atau piano. b. Seni sastra, yaitu seni yang dapat dinikmati melalui kata. Misalnya, pembacaan puisi atau drama. c. Seni suara, yaitu seni yang dapat dinikmati melalui nada dan kata. Misalnya, pertunjukan band.
Baca Selengkapnya ...
Unsur-unsur golongan IA disebut juga unsur-unsur logam alkali. Unsur-unsur golongan alkali semuanya bersifat logam yang sangat reaktif. Kereaktifan unsur-unsur alkali disebabkan memiliki energi ionisasi kecil sehingga cenderung melepaskan elektron valensinya dan membentuk suatu kation bermuatan +1. Beberapa sifat unsur golongan IA dapat dilihat pada Tabel 2.6. Semua unsur alkali berwarna putih, misalnya perak. Pada suhu kamar, semua unsur alkali berwujud padat kecuali cesium berwujud cair. Natrium adalah logam bersifat lunak sehingga dapat dipotong dengan pisau. Kalium lebih lunak dari natrium. Logam litium, natrium, dan kalium memiliki massa jenis kurang dari 1,0 g/cm3. Akibatnya, ketiga logam tersebut terapung di atas air, tetapi ketiga logam ini sangat reaktif terhadap air dan bereaksi sangat dahsyat yang disertai nyala api (perhatikan Gambar 2.8). Gambar 2.8 Logam alkali sangat reaktif dalam air Kereaktifan logam alkali dengan air menjadi lebih dahsyat dari atas ke bawah dalam tabel periodik. Sepotong logam litium jika ditambahkan ke dalam air akan bereaksi dengan air disertai nyala api. Kalium bereaksi lebih dahsyat disertai ledakan dan nyala berwarna ungu. Logam alkali bereaksi dengan oksigen dari udara membentuk oksida logam alkali, seperti Li2O (litium oksida), Na2O2 (natrium peroksida), dan KO2 (kalium superoksida). Li2O padatan berwarna putih, Na2O2 padatan berwarna putih-kekuningan, dan KO2 berwarna kuning-jingga. Ketika dibakar di udara, semua logam alkali menghasilkan nyala dengan warna yang karakteristik. Uji nyala dapat digunakan untuk mengidentifikasi keberadaan senyawa yang tidak diketahui. Warna yang dihasilkan oleh unsur-unsur golongan IA disebutkan dalam Tabel 2.7.  Gambar 2.9 Uji nyala pada logam alkali
Baca Selengkapnya ...
Unsur-unsur dalam golongan yang sama memiliki elektron valensi yang sama. Demikian pula unsur-unsur pada periode yang sama, elektron valensinya menghuni orbit yang sama. Oleh karena sifat-sifat unsur ada hubungannya dengan konfigurasi elektron maka unsur-unsur dalam golongan yang sama akan memiliki sifat yang mirip dan dalam periode yang sama akan menunjukkan sifat yang khas secara berkala (periodik) dari logam ke nonlogam. Beberapa sifat periodik unsur di antaranya adalah jari-jari atom, afinitas elektron, energi ionisasi, dan keelektronegatifan. 1. Jari-jari Atom Jari-jari atom sangat kecil, diduga diameternya sekitar 10–10 m. Satuan yang biasa digunakan untuk menyatakan jari-jari atom adalah angstrom (Å). Satu angstrom sama dengan 10–10 m.  Jari-jari atom didefinisikan sebagai setengah jarak antara dua inti atom yang berikatan dalam wujud padat (perhatikan Gambar 2.5). Hasil pengukuran ditunjukkan pada Tabel 2.3. Jika Anda perhatikan Tabel 2.3 maka akan terlihat adanya keteraturan jari-jari, baik dalam golongan yang sama maupun dalam periode yang sama. Perhatikanlah jari-jari atom dari atas ke bawah dalam golongan yang sama. Apakah yang dapat Anda simpulkan mengenai jari-jari atom dalam golongan yang sama? Bertambahnya jari-jari atom dari atas ke bawah dalam golongan yang sama disebabkan bertambahnya orbit (lintasan) elektron. Bertambahnya orbit menyebabkan volume atom mengembang sehingga jari-jari atom meningkat. Perhatikanlah jari-jari atom dari kiri ke kanan dalam periode yang sama. Apakah yang dapat Anda simpulkan mengenai jari-jari atom dalam periode yang sama? Penurunan jari-jari atom dari kiri ke kanan dalam periode yang sama disebabkan bertambahnya jumlah proton di dalam inti atom, sedangkan jumlah orbitnya sama. Dengan bertambahnya jumlah proton, tarikan inti terhadap elektron valensi makin kuat sehingga terjadi pengerutan volume atom. Akibatnya, jari-jari atom dari kiri ke kanan mengecil (perhatikan Gambar 2.6). 2. Energi Ionisasi Energi ionisasi adalah energi yang diperlukan untuk mengeluarkan elektron valensi dari suatu atom atau ion dalam wujud gas. Nilai energi ionisasi bergantung pada jarak elektron valensi terhadap inti atom. Makin jauh jarak elektron valensi terhadap inti atom, makin lemah tarikan inti terhadap elektron sehingga energi ionisasi makin kecil. Nilai energi ionisasi unsur-unsur utama ditunjukkan pada Gambar 2.7 yang digambarkan secara grafik.  Gambar 2.7 Grafik energi ionisasi pertama unsur-unsur golongan utama Pada periode yang sama, dari kiri ke kanan jari-jari atom relatif tetap, tetapi muatan inti bertambah. Hal ini menyebabkan tarikan inti terhadap elektron valensi makin besar. Bagaimanakah kecenderungan energi ionisasi jika diurutkan dari kiri ke kanan pada periode yang sama? Selain muatan inti atom, energi ionisasi juga dipengaruhi oleh konfigurasi elektron, terutama konfigurasi elektron dengan jumlah elektron valensi sebanyak 8 (golongan VIIIA, gas mulia). Perhatikan grafik pada Gambar 2.7, pada setiap periode, energi ionisasi terbesar dimiliki oleh unsur-unsur gas mulia (He, Ne, Ar, Kr, dan Xe). Unsurunsur gas mulia adalah contoh unsur-unsur paling stabil. Kestabilan ini disebabkan atom-atom gas mulia memiliki elektron valensi paling banyak (8 elektron). Oleh karena itu, untuk mengeluarkan elektron valensi dari atom gas mulia memerlukan energi ionisasi yang sangat besar. 3. Afinitas Elektron Afinitas elektron adalah perubahan energi atom ketika elektron ditambahkan kepada atom itu dalam keadaan gas. Contoh: Berbeda dengan energi ionisasi, afinitas elektron dapat berharga positif atau negatif. Jika satu elektron ditambahkan kepada atom yang stabil dan sejumlah energi diserap maka afinitas elektronnya berharga positif. Jika dilepaskan energi, afinitas elektronnya berharga negatif. Secara umum, nilai afinitas elektron dalam golongan yang sama dari atas ke bawah menurun, sedangkan pada periode yang sama dari kiri ke kanan meningkat. Nilai afinitas elektron umumnya sejalan dengan jarijari atom. Makin kecil jari-jari atom, nilai afinitas elektron makin tinggi. Sebaliknya, makin besar jari-jari atom, nilai afinitas elektron kecil. 4. Keelektronegatifan Atom Keelektronegatifan didefinisikan sebagai kecenderungan suatu atom dalam molekul untuk menarik pasangan elektron yang digunakan pada ikatan ke arah atom bersangkutan. Skala keelektronegatifan yang dipakai sampai sekarang adalah yang dikembangkan oleh Pauling sebab lebih lengkap dibandingkan skala keelektronegatifan yang lain. Pauling memberikan skala keelektronegatifan 4 untuk unsur yang memiliki energi ionisasi dan energi afinitas elektron tinggi, yaitu pada unsur florin, sedangkan unsur-unsur lainnya di bawah nilai 4. Pada tabel periodik, unsur florin yang ditetapkan memiliki keelektronegatifan 4 (terbesar) berada di ujung kanan paling atas. Adapun Unsur fransium yang memiliki keelektronegatifan terendah yaitu 0,7 berada di kiri paling bawah dalam tabel periodik. Contoh 2.7 Menentukan Kecenderungan Skala Keelektronegatifan Nomor atom unsur X, Y, dan Z berturut-turut adalah 11, 15, dan 20. Urutkan unsurunsur tersebut berdasarkan kenaikan skala keelektronegatifannya. Jawab Unsur-unsur tersebut berada pada golongan dan periode sebagai berikut: X: golongan IA dan periode ke-3 Y: golongan VA dan periode ke-3 Z: golongan IIA dan periode ke-4 Berdasarkan data pada Tabel 2.5, skala keelektronegatifan X = Na, Y = P, dan Z = Ca. Jadi, urutan skala keelektronegatifannya adalah X < Z < Y.
Baca Selengkapnya ...
1. Gambar di atas melukiskan suatu kawat berbentuk U yang ditutup dengan kawat AB yang dapat bergerak bebas yang kemudian dimasukkan ke dalam larutan sabun. Setelah kawat diangkat dari larutan sabun ternyata kawat dapat setimbang setelah pada kawat digantungkan beban seberat 10^-3 N, jika panjang kawat AB = 10 cm dan berat kawat AB = 5.10^-4 N, berapakah besar tegangan permukaan selaput sabut tersebut? 2. Sebuah pipa kapiler dimasukkan ke dalam bak berisi minyak tanah. Tegangan permukaan minyak tanah = 10^-4 N/m. Jari-jari pipa kapiler = 1 mm. Jika massa jenis minyak tanah = 0,8 gr/m^3 dan g = 10 m/s^2, serta sudut kontaknya 20 derajat, maka hitunglah kenaikan permukaan minyak tanah dalam pipa kapiler! Penyelesaian 
Baca Selengkapnya ...
Pada dasarnya fluida dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu fluida ideal dan fluida sejati. Fluida ideal akan dibicarakan tersendiri dalam mekanika fluida. Fluida sejati adalah fluida yang kompressibel, mempunyai kekentalan atau viskositas tertentu sehingga terjadi gesekan apabila bersinggungan dengan zat lain. Dengan memperhatikan sifat-sifat dari fluida sejati akan kita pelajari gejala-gejala yang terjadi. Percobaan Stokes: Stokes malakukan percobaan dengan cara melepaskan sebuah bola ke dalam fluida. Dari hasil percobaan, Stokes memberikan suatu hukum tentang besarnya gaya penahan/gaya penghambat fluida terhadap gerak bola akibat adanya gesekan antara permukaan bola dengan fluida. Besar gaya gesek fluida/gaya Stokes itu adalah: F = gaya stokes (newton) r = jari-jari bola (m) η = koefisien kekentalan/kekentalan fluida (N.det/m^2) v = kecepatan relatif bola terhadap fluida (m/s) Gambar 7.12 di samping melukiskan, sebuah bola baja dengan jari-jari r dilepaskan tanpa kecepatan awal ke dalam suatu fluida sejati. Gaya-gaya yang bekerja pada bola selama bergerak dalam fluida tersebut, antara lain: Gerak bola mula-mula gerak lurus dipercepat. Karena nilai gaya stokes bertambah besar, maka pada suatu saat terjadi kesetimbangan gaya sehingga bola bergerak lurus beraturan dengan suatu kecepatan tertentu. Dalam keadaan kesetimbangan gaya tersebut didapat: 
Baca Selengkapnya ...
Fluida dikatakan bergerak (mengalir) jika fluida itu bergerak secara terusmenerus (kontinu) terhadap posisi sekitarnya. Ada dua macam aliran pada fluida mengalir, yaitu aliran streamline dan turbulent. a. Aliran garis arus (streamline), yaitu aliran yang mengikuti suatu garis lurus atau melengkung yang jelas ujung dan pangkalnya. Jadi, aliran tiap partikel yang melalui suatu titik dengan mengikuti garis yang sama seperti partikel-partikel yang lain yang melalui titik itu. Arah gerak partikelpartikel pada aliran garis arus disebut garis arus. b. Aliran turbulent, yaitu aliran berputar atau aliran yang arah gerak partikelpartikelnya berbeda bahkan berlawanan dengan arah gerak fluida secara keseluruhan. Pada pembahasan tentang fluida yang bergerak, kita batasi pada fluida ideal. Pengertian fluida ideal adalah fluida yang tidak kompresible, bergerak dengan tanpa gesekan dan aliran arusnya streamline (stasioner). - Tidak kompresible : volum tidak berubah karena pengaruh tekanan - Tanpa mengalami gesekan : pada saat fluida itu mengalir gesekan antara fluida dan dinding diabaikan - Aliran stasioner : tiap-tiap partikel mempunyai garis alir tertentu dan untuk luas penampang yang sama akan mempunyai kecepatan yang sama.
Baca Selengkapnya ...
1. Sebuah bejana berbentuk kubus dengan panjang rusuk 10 cm diisi dengan air sebanyak 0,8 liter. Jika massa jenis air 1 gr/cm^3, hitunglah: a. tekanan hidrostatis pada titik kedalaman 6 cm dari permukaan air b. tekanan hidrostatis pada dasar bejana c. gaya hidrostatis pada dasar bejana! 2. Sebuah dongkrak hidrolik digunakan untuk mengangkat salah satu sisi bagian mobil seberat 200 N pada bagian penampang yang besar. Untuk mengangkat bagian mobil tersebut diberikan gaya sebesar 4 N pada pengisap kecil. Berapakah perbandingan jari-jari pengisap kecil dan pengisap besar? 3. Sebuah benda bila berada di udara beratnya 10 N, bila dimasukkan ke dalam air beratnya seolah-olah menjadi 4 N dan bila dimasukkan ke dalam zat cair lainnya beratnya seolah-olah menjadi 2 N. Jika massa jenis air = 1 gr/cm^3, berapakah massa jenis zat tersebut? 4. Sebuah benda dengan massa 200 gram terapung di air yang massa jenisnya 1 gr/cm^3. Jika 0,6 bagian benda tersebut terbenam dalam air, hitunglah: a. volum benda b. volum seluruh benda c. gaya ke atas yang dialami benda! 5. Sebuah balon udara dengan menggunakan gas helium dirancang untuk mampu membawa beban 1000 kg, termasuk massa balon beserta alat-alatnya. Berapakah seharusnya volum minimum balon jika massa jenis udara 1,3 kg/m^3 dan massa jenis helium 0,2 kg/m^3?
Baca Selengkapnya ...
Aliran fluida dalam tabung Gambar 7.14 menggambarkan aliran fluida secara stasioner, sehingga tiap partikel fluida dalam tabung yang melewati titik A akan menempuh lintasan dari partikel yang mendahuluinya yang juga melewati titik A tersebut. Lintasan itu dinamakan garis alir atau garis arus.
Misalnya pada gambar 7.14 di atas terdapat 3 gambaran garis alir atau garis arus. Jika luas penampang lintang tabung tidak sama, kecepatan partikel fluida itu juga berubah sepanjang garis arusnya. Akan tetapi pada satu titik tertentu dalam tabung, kecepatan setiap partikel fluida itu senantiasa sama.
Partikel yang pada suatu saat ada di A kemudian pada saat berikutnya ada di B, bergerak dengan arah dan kecepatan yang berlainan dan akhirnya sampai di C dengan arah dan kecepatan yang lain lagi. Fluida yang mengalir melalui kolom dengan luas penampang A1 dalam pembuluh sepanjang L1, sampai ke kolom dengan luas penampang A2 berkecepatan V2 dalam pembuluh sepanjang L2 maka berlaku persamaan kontinuitas. "Cepat alir (debit aliran) pada setiap detik (kedudukan) dalam suatu pembuluh dari fluida yang mengalir adalah konstan". Cepat aliran atau debit aliran adalah banyaknya fluida yang mengalir per satuan waktu. Untuk memahami hal tersebut, perhatikan gambar 7.15 di bawah ini!
Gambar 7.15 di atas melukiskan suatu fluida yang mengalir melalui suatu pembuluh yang luas penampangnya sama yaitu sebesar A, dengan kecepatan sebesar v. Jika pada suatu saat fluida berada pada penampang K dan setelah t detik kemudian berada di penampang L, maka dalam waktu t tersebut banyaknya fluida yang telah mengalir adalah v . t . A, sehingga persamaan kontinuitas dapat dinyatakan secara matematis: v . A = konstan atau 
Baca Selengkapnya ...
Asas Bernoulli merupakaan asas dalam pembahasan fluida bergerak. Asas Bernoulli melukiskan hubungan antara tekanan, kecepatan dan tinggi dalam suatu garis lurus. Gambar 7.16 di atas menggambarkan suatu arus stasioner yang mengalir dari tempat I ke tempat II. Kita tinjau dua sampel fluida dari fluida yang mengalir pada tempat I ke tempat II yang volumnya sama dan bergerak dalam selang waktu yang sama. Volum masing-masing sampel adalah V dengan selang waktu t. Persamaan tersebut di atas disebut persamaan Bernoulli. Persamaan Bernoulli dapat juga dinyatakan dengan: P = tekanan (N/m^2) ρ = massa jenis fluida (kg/m^3) v = kecepatan aliran (m/s) g = percepatan gravitasi (m/s^2) h = ketinggian pipa diukur dari bidang acuan (m) Pada persamaan Bernoulli terdapat beberapa hal yang istimewa antara lain sebagai berikut. 1. Pada fluida tak bergerak Dalam hal ini v1 = v2 = 0 sehingga diperoleh persamaan: P1 – P2 = ρ . g (h2 – h1) Persamaan ini adalah bentuk lain dari persamaan yang menyatakan tekanan hidrostatis dalam zat cair. 2. Untuk fluida yang bergerak dengan ketinggian yang sama, dalam hal ini h2 = h1, diperoleh persamaan:  Hal ini berarti bahwa di tempat yang lajunya besar tekanannya kecil dan sebaliknya.
Baca Selengkapnya ...
1. Pipa mendatar berisi penuh air yang mengalir. Titik K dan L berada dalam pipa. Di titik K luas penampangnya 2 kali luas penampang di titik L. Jika kecepatan aliran di titik K = 2 m/s, hitunglah kecepatan aliran di titik L! Penyelesaian Diketahui: A1 = 2A2 ; v1 = 2 m/s Ditanya: v2 Jawab:
2. Pada pipa mendatar mengalir air penuh. Titik P dan Q di dalam pipa tersebut. Penampang di titik P berjari-jari 1 cm dan penampang di titik Q berjari- jari 4 cm. Jika kecepatan aliran di titik Q = 1 m/s, berapakah kecepatan aliran di titik P? Penyelesaian Diketahui: r1 = 1 cm ; r2 = 4 cm ; v2 = 1 m/s Ditanya: v1 Jawab:
Baca Selengkapnya ...
|
|