Wednesday, November 14, 2012
Struktur Dalam Akar
a) Epidermis
Susunan sel-sel epidermis rapat dan setebal satu lapis sel, dinding selnya mudah dilewati air. Sebagian sel epidermis membentuk rambut akar dengan pemanjangan ke arah lateral dari dinding luarnya. Bulu akar merupakan modifikasi dari sel epidermis akar, bertugas menyerap air dan garam-garam mineral terlarut. Bulu akar memperluas permukaan akar sehingga penyerapan lebih efisien.
b) Korteks
Letak korteks langsung di bawah epidermis, sel-selnya tidak tersusun rapat sehingga banyak memiliki ruang antarsel yang berperan dalam pertukaran gas. Sebagian besar korteks dibangun oleh jaringan parenkim.
Korteks berfungsi sebagai tempat menyimpan makanan.
c) Endodermis
Endodermis merupakan lapisan pemisah antara korteks dengan silinder pusat. Sebagian besar sel endodermis memiliki bagian seperti pita yang mengandung gabus (zat suberin) atau zat lignin. Bagian ini disebut pita kaspari. Sel-sel endodermis dapat mengalami penebalan zat gabus pada dindingnya dan membentuk seperti titik-titik, dinamakan titik kaspari.
Pada pertumbuhan selanjutnya penebalan zat gabus sampai pada dinding sel yang menghadap silinder pusat, bila diamati di bawah mikroskop akan tampak seperti huruf U, disebut sel U, sehingga air tidak dapat menuju ke silinder pusat. Tetapi tidak semua sel-sel endodermis mengalami penebalan, sehingga memungkinkan air dapat masuk ke silinder pusat. Sel-sel tersebut dinamakan sel penerus/sel peresap. Jadi, endodermis berfungsi sebagai pengatur jalannya larutan yang diserap dari tanah masuk ke silinder pusat.
d) Silinder pusat/stele
Silinder pusat/ stele merupakan bagian terdalam dari akar. Terdiri atas berbagai macam jaringan, yaitu:
(1) Perisikel/ perikambium
Merupakan lapisan terluar dari stele yang tersusun atas satu atau beberapa lapis sel. Akar cabang terbentuk dari pertumbuhan persikel ke arah luar. Perisikel berfungsi dalam pertumbuhan sekunder dan pembentukan akar ke samping.
(2) Berkas pembuluh angkut
Berkas pembuluh angkut terdapat di sebelah dalam perisikel. Terdiri atas xilem dan floem yang tersusun bergantian menurut arah jari-jari. Pada dikotil di antara xilem dan floem terdapat jaringan
kambium.
(3) Empulur
Letaknya paling dalam atau di antara berkas pembuluh angkut terdiri atas jaringan parenkim. Empulur
hanya terdapat pada akar tumbuhan dikotil.
Struktur Luar Akar
Susunan sel-sel epidermis rapat dan setebal satu lapis sel, dinding selnya mudah dilewati air. Sebagian sel epidermis membentuk rambut akar dengan pemanjangan ke arah lateral dari dinding luarnya. Bulu akar merupakan modifikasi dari sel epidermis akar, bertugas menyerap air dan garam-garam mineral terlarut. Bulu akar memperluas permukaan akar sehingga penyerapan lebih efisien.
b) Korteks
Letak korteks langsung di bawah epidermis, sel-selnya tidak tersusun rapat sehingga banyak memiliki ruang antarsel yang berperan dalam pertukaran gas. Sebagian besar korteks dibangun oleh jaringan parenkim.
Korteks berfungsi sebagai tempat menyimpan makanan.
c) Endodermis
Endodermis merupakan lapisan pemisah antara korteks dengan silinder pusat. Sebagian besar sel endodermis memiliki bagian seperti pita yang mengandung gabus (zat suberin) atau zat lignin. Bagian ini disebut pita kaspari. Sel-sel endodermis dapat mengalami penebalan zat gabus pada dindingnya dan membentuk seperti titik-titik, dinamakan titik kaspari.
Pada pertumbuhan selanjutnya penebalan zat gabus sampai pada dinding sel yang menghadap silinder pusat, bila diamati di bawah mikroskop akan tampak seperti huruf U, disebut sel U, sehingga air tidak dapat menuju ke silinder pusat. Tetapi tidak semua sel-sel endodermis mengalami penebalan, sehingga memungkinkan air dapat masuk ke silinder pusat. Sel-sel tersebut dinamakan sel penerus/sel peresap. Jadi, endodermis berfungsi sebagai pengatur jalannya larutan yang diserap dari tanah masuk ke silinder pusat.
d) Silinder pusat/stele
Silinder pusat/ stele merupakan bagian terdalam dari akar. Terdiri atas berbagai macam jaringan, yaitu:
(1) Perisikel/ perikambium
Merupakan lapisan terluar dari stele yang tersusun atas satu atau beberapa lapis sel. Akar cabang terbentuk dari pertumbuhan persikel ke arah luar. Perisikel berfungsi dalam pertumbuhan sekunder dan pembentukan akar ke samping.
(2) Berkas pembuluh angkut
Berkas pembuluh angkut terdapat di sebelah dalam perisikel. Terdiri atas xilem dan floem yang tersusun bergantian menurut arah jari-jari. Pada dikotil di antara xilem dan floem terdapat jaringan
kambium.
(3) Empulur
Letaknya paling dalam atau di antara berkas pembuluh angkut terdiri atas jaringan parenkim. Empulur
hanya terdapat pada akar tumbuhan dikotil.
Struktur Morfologi Akar
Berikut adalah struktur morfologi dari akar
a) Leher atau pangkal akar, merupakan bagian akarvyang bersambungan dengan pangkal batang.
b) Ujung akar, merupakan titik tumbuh akar yangvdilindungi oleh tudung akar ( kaliptra).
c) Batang akar, merupakan bagian akar yang terletak antara leher akar dan ujung akar.
d) Cabang-cabang akar, merupakan bagian yang tidak langsung bersambungan dengan pangkal
batang tetapi keluar dari akar pokok.
e) Serabut akar, merupakan cabang-cabang akar yang halus dan berbentuk serabut.
f) Rambut akar atau bulu-bulu akar, merupakan penonjolan sel-sel kulit luar (epidermis) yang sesungguhnya dan akan memperluas daerah penyerapan air dan mineral. Rambut akar hanya tumbuh dekat ujung akar dan umumnya relatif pendek.
g) Tudung akar ( kaliptra), terletak paling ujung dan berfungsi untuk melindungi akar terhadapvkerusakan mekanis pada waktu menembus tanah.
Fungsi Akar Tumbuhan
Akar pada tumbuhan memiliki fungsi bermacam-macam. Fungsi akar pada tumbuhan antara lain:
1) Untuk mengikat tubuh tumbuhan pada tanah.
2) Dapat berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan.
3) Menyerap air dan garam-garam mineral terlarut.
Secara umum struktur akar dibedakan menjadi struktur bagian luar (morfologi) dan struktur bagian dalam (anatomi). Perhatikan gambar 2.11.
Gambar 2.11 Struktur akar, (a) struktur morfologi, (b) struktur anatomi.
Akar
Asal akar adalah dari akar lembaga ( radix). Pada dikotil, akar lembaga terus tumbuh sehingga membentuk akar tunggang. Pada monokotil, akar lembaga mati, kemudian pada pangkal batang akan tumbuh akar-akar yang memiliki ukuran hampir sama sehingga membentuk akar serabut. Akar monokotil dan dikotil ujungnya dilindungi oleh tudung akar atau kaliptra, yang fungsinya melindungi ujung akar sewaktu menembus tanah.
Sel-sel kaliptra ada yang mengandung butir-butir amilum, dinamakan kolumela.
** Tulisan ini meliputi pengertian akar dan fungsi tudung akar atau kalipra
Organ Tumbuhan
Organ tumbuhan berbiji memiliki tiga bagian penting, yaitu: akar, batang, dan daun. Sedang bagian lain dari ketiga organ tersebut adalah modifikasinya.
Contoh:
– umbi modifikasi batang dan akar,
– rimpang modifikasi batang dan daun,
– duri modi kasi batang atau daun,
– kuncup dan bunga modifikasi dari ranting dan daun.
Sistem Jaringan Dasar
Sistem jaringan dasar mencakup jaringan yang membentuk bahan dasar yang menyelimuti jaringan pembuluh. Jaringan dasar pada tumbuhan adalah jaringan parenkim. Jaringan dasar ini bisa dijumpai pada semua organ tumbuhan.
Sistem Jaringan Dermal
Sistem jaringan dermal membentuk pembungkus luar tumbuhan, termasuk di dalamnya epidermis dan periderm. Periderm merupakan jaringan pelindung yang menggantikan epidermis dekat permukaan akar dan batang yang mengalami penebalan sekunder. Jaringan dermal mempunyai ciri khusus antara lain dindingnya terdiri atas zat lilin, kitin, dan suberin yang ada hubungannya dengan fungsi dan letak yang merupakan bagian di luar tubuh.
** Tulisan ini meliputi pembentukan sistem jaringan dermal, pengertian periderm, dan ciri khusus jaringan dermal.
Sistem Jaringan Pembuluh
Sistem jaringan pembuluh terlibat dalam pengangkutan air dan makanan ke seluruh tubuh tumbuhan. Terdiri atas dua macam jaringan pengangkut, yaitu xilem dan floem.
Tuesday, November 13, 2012
Sistem Jaringan Tumbuhan
Jaringan-jaringan yang sederhana pada tumbuhan (parenkim, sklerenkim, xilem, floem, dan lain-lain) bersatu membentuk kelompok yang disebut sistem jaringan. Sistem jaringan pada tumbuhan terdiri atas sistem jaringan dermal, sistem jaringan pembuluh, dan sistem jaringan dasar.
Jaringan Gabus
Fungsi jaringan gabus adalah untuk melindungi jaringan lain agar tidak kehilangan banyak air, mengingat sel-sel gabus yang bersifat kedap air. Pada Dikotil, jaringan gabus dibentuk oleh kambium gabus atau felogen, pembentukan jaringan gabus ke arah dalam berupa sel-sel hidup yang disebut feloderm, ke arah luar berupa sel-sel mati yang disebut felem.
Jaringan Gabus
** Tulisan ini meliputi pengertian dan fungsi jaringan gabus.
Ikatan Pembuluh Tipe Radial
Ikatan Pembuluh Tipe Radial, yaitu tipe ikatan pembuluh yang memperlihatkan kedudukan xilem dan floem bersebelahan pada jari-jari yang berbeda. Biasanya xilemnya berbentuk bintang misalnya pada akar tumbuhan dikotil.
Gambar Ikatan Pembuluh Tipe Radial
Ikatan Pembuluh Konsentris
Ikatan Pembuluh Konsentris, merupakan suatu ikatan pembuluh angkut yang terdiri atas xilem dan floem yang membentuk cincin silindris. Tipe ini dibedakan menjadi:
a) Amfikribal, xilem berada di tengah dan dikelilingi oleh floem.
Perhatikan gambar 2.7. Contoh: pada tumbuhan paku.
b) Amfivasal, floem berada di tengah dan dikelilingi oleh xilem.
Perhatikan gambar 2.8. Contoh: pada tumbuhan monokotil yang berkambium, yaitu Liliaceae.
Ikatan Pembuluh Tipe Bikolatera
Ikatan Pembuluh Tipe Bikolateral, merupakan tipe ikatan pembuluh dimana xilem diapit oleh floem luar dan floem dalam.
Ikatan Pembuluh Kolateral
Ikatan Pembuluh Kolateral, merupakan suatu ikatan pembuluh angkut yang terbentuk dari xilem dan floem yang letaknya bersebelahan dalam satu jari-jari yang sama. Xilem berada di bagian dalam dan floem di bagian luar. Tipe ini dibedakan menjadi:
a) Kolateral terbuka, apabila antara xilem dan floem terdapat kambium.
b) Kolateral tertutup, apabila antara xilem dan floem tidak terdapat kambium. Contoh: pada tumbuhan monokotil.
Jaringan Pengangkut
Jaringan pengangkut bertugas mengangkut zat-zat yang dibutuhkan oleh tumbuhan. Ada dua macam jaringan yaitu xilem atau pembuluh kayu dan floem atau pembuluh lapis/pembuluh kulit kayu. Xilem bertugas mengangkut air dan garam-garam mineral terlarut dari akar ke seluruh bagian tubuh tumbuhan. Xilem ada 2 macam, yaitu trakea dan trakeid.
Trakeid adalah sel-sel tumbuhan yang dindingnya mengalami lignifikasi (penebalan oleh senyawa lignin) dan sel-selnya akan mati setelah dewasa. Floem bertugas mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tubuh tumbuhan. Floem dicirikan dengan adanya komponen pembuluh tapis dan sel pengiring. Komponen pembuluh tapis merupakan sel-sel memanjang yang ujungnya bersatu membentuk suatu pembuluh.
Sel pengiring merupakan sel yang berukuran lebih kecil dibandingkan sel penyusun pembuluh tapis dan berperan untuk memberi makan sel-sel pembuluh tapis yang masih hidup. Sel pengiring hanya dijumpai pada Angiospermae.
Xilem dan floem membentuk berkas pembuluh angkut. Beberapa tipe ikatan pembuluh angkut yang dapat ditemukan antara lain tipe kolateral, tipe konsentris, tipe bikolateral, serta tipe radial.
** Tulisan ini meliputi pengertian jaringan pengangkut, fungsi xilem dan fungsi floem.
Jaringan Sklerenkim
Jaringan sklerenkim merupakan jaringan penguat dinding sekunder yang tebal. Umumnya jaringan sklerenkim mengandung senyawa lignin, sehingga sel-selnya menjadi kuat dan keras. Umumnya sklerenkim tidak mengandung protoplas. Jadi, sel-sel sklerenkim telah mati sehingga jaringan sklerenkim hanya dijumpai pada organ tumbuhan yang tidak lagi mengadakan pertumbuhan dan perkembangan. Sklerenkim terdiri dari dua macam yaitu fiber (serabut/serat-serat sklerenkim) dan sklereid (sel-sel batu). Batok kelapa adalah contoh yang baik dari bagian tubuh tumbuhan yang mengandung sel batu atau sklereid.
Jaringan Sklerenkim
Pengertian Daerah Pasang Surut
Pengertian Daerah Otonom
Pengertian Daerah Operasi
Pengertian Daerah Minus
Pengertian Daerah Mata Air
Pengertian Daerah Litoral
Pengertian Daerah Kuno
Pengertian Daerah Kumuh
Pengertian Daerah Khatulistiwa
Pengertian Daerah Khusus Ibukota
Pengertian Daerah Kebudayaan
Pengertian Daerah Kantong
Pengertian Daerah Jatuh
Pengertian Daerah Istimewa
Pengertian Daerah Irigasi
Pengertian Daerah Buta
Pengertian Daerah Banjir Pertama
Pengertian Daerah Aliran Sungai
Pengertian Dadu Pusing
Pengertian Dadih Kering
Pengertian Dadih Jalang
Pengertian Dadar Gulung
Pengertian Dadap Laut
**lakukan pencarian dengan kata kunci dadap ayam
Pengertian Dadap Ayam
Pengertian Dadap Ayam adalah dadap yg dapat tumbuh dng baik di tempat-tempat terbuka yg tanahnya bercampur pasir dan cukup lembap, daunnya biasa dipakai sbg peluruh air susu atau untuk obat sakit ginjal, kulit batang dan akarnya mengandung racun; Erythrina orientalis;
Pengertian Dabal Setengah Tiang
Jaringan Kolenkim
Jaringan kolenkim berperan penting sebagai jaringan penguat, terutama pada organ-organ tumbuhan yang masih aktif mengadakan pertumbuhan dan perkembangan. Jaringan kolenkim tersusun oleh sel-sel yang hidup, bentuk selnya sedikit memanjang, dan umumnya memiliki dinding dengan penebalan tidak teratur. Jaringan kolenkim memiliki dinding yang lunak, lentur, dan tidak berlignin. Sebagian besar dinding sel jaringan kolenkim terdiri dari senyawa selulosa. Jaringan kolenkim merupakan jaringan penguat pada organ tubuh muda atau bagian tubuh tumbuhan yang lunak.
Kolenkim dapat dijumpai pada batang, daun, serta bagian-bagian bunga dan buah. Pada akar yang terkena sinar matahari juga dapat dijumpai adanya kolenkim. Pada sebagian besar tumbuhan monokotil tidak dijumpai adanya kolenkim jika sklerenkim dibentuk sejak tumbuhan masih muda.
Jaringan Kolenkim
**Tulisan ini meliputi pengertian, fungsi, dan tempat jaringan kolenkim berada.
Jaringan Penyokong
Jaringan ini disebut juga jaringan penguat karena memiliki dinding sel yang tebal dan kuat. Fungsi jaringan ini adalah memberikan kekuatan bagi tumbuhan agar dapat berdiri dengan kokoh. Jaringan ini terdiri atas jaringan kolenkim dan jaringan sklerenkim.
**Tulisan ini meliputi Pengertian dan fungsi jaringan penyokong.
Jaringan Parenkim
Jaringan parenkim merupakan jaringan yang terbentuk dari sel-sel hidup dengan struktur morfologis dan fisiologis yang bervariasi. Jaringan ini masih melakukan segala kegiatan proses fisiologis, bahkan masih mampu melakukan pembelahan. Jaringan parenkim disebut juga jaringan dasar karena dijumpai di setiap bagian tumbuhan. Pada batang dan akar, parenkim dijumpai di antara epidermis dan pembuluh angkut sebagai korteks. Parenkim dapat juga dijumpai sebagai empulur batang. Pada daun, parenkim menyusun mesofil daun yang berdiferensiasi menjadi jaringan tiang dan jaringan bunga karang.
Ciri-ciri jaringan parenkim adalah:
– Sel-selnya merupakan jaringan hidup yang berukuran besar dan tipis serta umumnya berbentuk segi enam.
– Memiliki banyak vakuola.
– Letak inti sel mendekati dasar sel.
– Mampu bersifat embrional atau meristematik karena dapat membelah diri.
– Memiliki ruang antarsel yang banyak sehingga letaknya tidak rapat.
Jaringan parenkim merupakan jaringan yang paling banyak mengalami modifikasi bentuk dan
fungsi. Bentuk sel parenkim bermacam-macam. Sel parenkim yang mengandung klorofil disebut
klorenkim, sedangkan yang mengandung ronggarongga udara disebut aerenkim. Fungsi jaringan
parenkim bermacam-macam misalnya untuk menyimpan cadangan makanan, menyimpan air,
menyimpan udara, fotosintesis, dan sebagainya.
Gambar Jaringan Parenkim
Tulisan Ini meliputi Pengertian, Ciri dan Fungsi Jaringan Parenkim
Monday, November 12, 2012
Jaringan Epidermis
Jaringan epidermis merupakan jaringan yang letaknya paling luar pada organ-organ tumbuhan seperti akar, batang, daun, bunga, buah, dan biji. Jaringan epidermis berfungsi untuk menutupi permukaan tubuh tumbuhan. Jaringan ini melindungi bagian dalam tumbuhan dari segala pengaruh luar yang merugikan tumbuhan, sehingga disebut juga jaringan pelindung. Perhatikan gambar 2.3.
Gambar 2.3 Jaringan epidermis tumbuhan.
Ciri-ciri jaringan epidermis pada tumbuhan adalah:
– Terdiri atas sel-sel hidup.
– Berbentuk persegi panjang.
– Sel-selnya rapat dan tidak memiliki ruang antarsel.
– Umumnya tidak memiliki klorofil, kecuali pada epidermis tumbuhan paku.
– Dinding sel jaringan epidermis bagian luar yang berbatasan dengan udara mengalami penebalan, namun dinding sel epidermis bagian dalam yang berbatasan dengan jaringan lain tetap tipis.
– Mampu membentuk derivat jaringan epidermis.
Bentuk jaringan epidermis bermacam-macam. Pada tumbuhan dikotil yang sudah mengalami pertumbuhan sekunder, akar, dan batangnya sudah tidak lagi memiliki jaringan epidermis. Biasanya jaringan epidermis fungsinya digantikan oleh jaringan gabus. Sel-sel epidermis ada yang mengalami modifikasi, misalnya menjadi stomata, trikoma, sel kipas, sistolit, dan sel silika.
** Tulisan Ini Meliputi Pengertian, Ciri-ciri, fungsi dan bentuk jaringan epidermis
Jaringan Dewasa
Jaringan dewasa adalah jaringan yang sudah berhenti membelah. Jaringan ini dibentuk dari proses diferensiasi sel-sel meristem, baik meristem primer maupun meristem sekunder. Jaringan dewasa dapat dibagi menjadi beberapa macam, yaitu jaringan epidermis, jaringan parenkim, jaringan penyokong (terdiri atas jaringan kolenkim dan jaringan sklerenkim), jaringan pengangkut (terdiri atas xilem dan floem), dan jaringan gabus.
** Tulisan ini meliputi pengertian, pembentuan dan pembagian jaringan dewasa
Meristem lateral (meristem samping)
Meristem lateral (meristem samping), terletak sejajar dengan lingkaran organ tempat ditemukannya dan merupakan meristem yang menghasilkan pertumbuhan sekunder, contohnya kambium. Kambium merupakan lapisan sel-sel tumbuhan yang aktif membelah dan terdapat di antara xilem dan floem. Kambium menyebabkan pertumbuhan sekunder. Aktivitas kambium ke arah luar membentuk kulit batang (floem sekunder) dan ke arah dalam membentuk kayu (xilem sekunder). Pada masa pertumbuhan, kambium yang tumbuh ke arah dalam lebih aktif dibandingkan dengan kambium yang tumbuh ke arah luar. Hal ini menyebabkan kulit batang lebih tipis daripada kayu.
Kambium bisa dibedakan menjadi dua macam, yaitu kambium vasikuler dan kambium intervasikuler. Kambium vasikuler adalah kambium yang berada di dalam berkas pengangkut, yaitu di antara xilem dan floem. Sedangkan kambium intervasikuler adalah kambium yang berada di
kambium vasikuler dengan kambium intervasikuler membentuk lingkaran kambium atau kambium vaskuler. Perhatikan gambar 2.2.
Gambar 2.2 Kambium vasikuler dan kambium intervasikuler.
Selain kambium, jaringan meristem lateral juga dikenal adanya kambium gabus (felogen).
Kambium ini terletak di bawah epidermis batang dan epidermis akar yang tua. Aktivitas
pembelahan kambium gabus ke arah dalam menghasilkan feloderm. Sedangkan ke arah luar
menghasilkan felem.
Meristem interkalar
Meristem interkalar, terdapat di antara ruas-ruas batang. Pertumbuhan yang diakibatkan oleh aktivitas meristem interkalar menyebabkan pertambahan panjang pada ruas-ruas batang. Jaringan yang terbentuk oleh meristem interkalar ini serupa dengan jaringan yang berasal dari meristem apikal, sehingga digolongkan ke dalam jaringan primer. Contohnya meristem pada pangkal ruas tumbuhan anggota suku rumputrumputan (graminae).
** Tulisan ini meliputi pengertian, letak, lokasi, pertumbuhan dan contoh meristem intekalar
Meristem apikal (meristem ujung)
Meristem apikal (meristem ujung), terdapat di ujung akar dan ujung batang tumbuhan. Meristem apikal selalu menghasilkan pemanjangan akar dan batang tumbuhan. Pertumbuhan yang diakibatkan oleh aktivitas meristem apikal dikenal sebagai pertumbuhan primer dan semua jaringan yang terbentuk dari meristem apikal disebut jaringan primer. Perhatikan
gambar 2.1.
Jaringan Meristem Apikal
Pembagian Meristem Berdasarkan Posisinya
Berdasarkan posisinya dalam tubuh tumbuhan, meristem dibedakan menjadi tiga, yaitu:
1) Meristem apikal (meristem ujung)
2) Meristem interkalar
3) Meristem lateral
Jaringan Meristem Sekunder
Jaringan meristem sekunder adalah jaringan meristem yang berasal tidak secara langsung dari perkembangan jaringan meristem pada embrio. Contoh jaringan meristem sekunder misalnya kambium dan kambium gabus. Kegiatan jaringan meristem menimbulkan pertambahan besar tubuh tumbuhan. Pertumbuhan yang diakibatkan oleh jaringan meristem sekunder disebut pertumbuhan sekunder.
Pengertian Jaringan Meristem Primer – Contoh
Jaringan meristem primer merupakan jaringan meristem yang mengalami perkembangan lebih lanjut dari pertumbuhan embrio. Contohnya ujung batang dan ujung akar. Kegiatan jaringan meristem primer menyebabkan batang dan akar bertambah panjang. Pertumbuhan yang diakibatkan oleh jaringan meristem primer disebut pertumbuhan primer.
Pengertian Promeristem
Promeristem adalah jaringan meristem yang telah ada ketika tumbuhan masih dalam tingkat embrio. Contohnya pada lembaga biji tumbuhan.
Sifat Jaringan Meristem
Sifat-sifat jaringan meristem adalah sebagai berikut:
a. Terdiri atas sel-sel muda dalam fase pembelahan dan pertumbuhan.
b. Biasanya tidak ditemukan adanya ruang antarsel di antara sel-sel meristem.
c. Bentuk sel bulat, lonjong, atau poligonal dengan dinding sel yang tipis.
d. Masing-masing sel kaya akan sitoplasma dan mengandung satu atau lebih dari satu inti sel.
e. Vakuola sel sangat kecil atau mungkin tidak ada.
Jaringan Meristem
Jaringan meristem terdiri atas sekelompok sel yang tetap dalam fase pertumbuhan dan terus-menerus membelah. Berdasarkan asal usulnya, jaringan meristem dapat dikelompokkan menjadi tiga macam, yaitu promeristem, jaringan meristem primer, dan jaringan meristem sekunder.
Jaringan Tumbuhan
Tentunya kalian masih ingat dengan pelajaran tentang sel pada . Kalian sudah mempelajari bahwa sel tumbuhan mempunyai organel yang khas jika dibandingkan dengan sel hewan. Organel-organel tersebut adalah kloroplas, vakuola yang membesar di bagian tengah sel, dan dinding sel yang mengandung selulosa.
Sel tumbuhan yang telah dewasa dan memiliki kesamaan bentuk dan sifatnya akan membentuk jaringan tumbuhan. Berdasarkan kemampuannya membelah diri, jaringan tumbuhan dapat dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu jaringan meristem dan jaringan dewasa.
Peta Konsep Jaringan
Berikut adalah peta konsep mengenai jaringan pada mahluk hidup.
** Peta konsep merupakan sebuah pemetaan terhadap materi yang akan dipelajari, peta konsep dimanfaatkan untuk meningkatkan pemahaman siswa dalam memetakan pemahamannya terhadap suatu materi, dalam hal ini adalah mengenai jaringan pada mahluk hidup.
Jaringan Pada Mahluk Hidup
Jaringan merupakan kumpulan sel-sel yang terdeferensiasi. Jaringan terdiri atas sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama. Jaringan yang satu dengan yang lain akan menyusun organ. Bagaimana sel membentuk jaringan? Apa fungsi jaringan? Bagaimana jaringan bisa menyusun organ?
Contoh Soal Sel Hewan dan Tumbuhan
1. Di dalam tubuh kita, sel-sel tubuh secara dinamis akan terus berganti, sel-sel lama akan diganti oleh sel-sel baru. Apa yang akan terjadi apabila jumlah sel yang terbentuk lebih banyak dibanding sel yang mati?
2. Menurut kalian, mengapa tanaman yang layu akan segar kembali setelah disiram dengan air?
3. Sekarang ini banyak dikembangkan tanaman hidroponik, terutama di daerah perkotaan. Tanaman hidroponik dapat tumbuh subur meskipun media tanamnya hanya menggunakan air. Mengapa hal tersebut bisa terjadi?
Contoh Soal Mengenai Sel
1. Apa yang dimaksud dengan sel sebagai unit terkecil kehidupan?
2. Apa perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot?
3. Apa perbedaan antara sel hewan dengan sel tumbuhan?
4. Apa perbedaan antara transpor aktif dengan transpor pasif? Manakah yang menguntungkan sel?
5. Apakah perbedaan struktur antara dinding sel dan membran sel?
Transpor Pada Sel
Transpor pada sel terdiri atas transpor pasif (difusi, difusi terfasilitasi, osmosis) dan transpor aktif (transpor aktif primer, transpor aktif sekunder, eksositosis, endositosis). Endositas terdiri atas fogositosis dan pinositosis.
Macam-Macam Organel Sel
Organel sel meliputi ribosom, retikulum endoplasma, mitokondria, badan golgi, sentrosom, lisosom, plastida, mikrotubulus, mikrofilamen, dan peroksisom.
Tingkat Kompleksitas Sel
Sel merupakan sistem dengan desain paling rumit paling kompleks dan paling indah yang pernah disaksikan oleh manusia. Profesor biologi Michael Denton, di dalam bukunya bertajuk Evolution: A Theory in Crisis, menjelaskan kekompleksan ini dengan satu contoh:
“Untuk memahami realitas kehidupan seperti yang telah diungkapkan biologi molekuler, kita perlu memperbesar sebuah sel seratus juta kali sehingga diameternya mencapai 20 kilometer dan menyerupai raksasa, yang cukup besar untuk menutup sebuah kota seperti London atau New York. Apa yang akan kita lihat kemudian ialah sebuah objek yang mempunyai kerumitan yang tiada tandingan dan desain yang adaptif. Di permukaan sel ini kita akan mendapati berjuta-juta lubang, seperti lubang-lubang pangkalan sebuah pesawat induk angkasa, ia terbuka dan tertutup untuk memjaga aliran materi masuk dan keluar. Bila, kita dapat memasuki lubang ini,
kita akan mendapati diri kita berada di dalam sebuah dunia yang berteknologi tinggi dan kompleks yang mencengangkan. Inilah sebuah kompleksitas di luar jangkauan kreativitas kita, suatu realitas yang berlawanan dengan kebetulan, yang dalam segala hal melampaui semua yang dihasilkan kecerdasan manusia...”
Seorang ahli matematika dan astronomi Inggris, Sir Fred Hoyle telah melakukan perbandingan di dalam satu wawancara dengannya yang telah disiarkan dalam majalah Nature, pada tanggal 12 November 1981. Walaupun, beliau adalah seorang evolusionis tetapi beliau menegaskan bahwa peluang untuk munculnya makhluk hidup tingkat tinggi terbentuk dengan cara kebetulan adalah seperti tornado yang meluncur cepat sehingga berhasil merakit bahan-bahan di sekelilingnya untuk membentuk sebuah Boeing 747. Ini berarti, adalah mustahil untuk sebuah sel terbentuk secara kebetulan, oleh itu, pasti ia telah diciptakan.
Sumber: Harun Yahya, Keruntuhan Teori Evolusi, 2004.
Proses Fagositosis
Fagositosis merupakan proses penelanan partikel-partikel makanan dan sel-sel asing, misalnya pada Amoeba dan sel-sel darah putih. Makanan atau partikel lain akan menempel pada membran, lalu membran akan membentuk lekukan. Membran akan menutup dan membentuk kantung, lalu kantung melepaskan diri.
Proses Pinositosis
Bahan pada membran plasma reseptor akan menempel sehingga terjadi lekukan. Lekukan lama-kelamaan semakin dalam dan membentuk kantung Kantung yang terlepas akan berada dalam sitoplasma. Kantung ini disebut gelembung pinositosis. Gelembung pinositosis akan mengerut dan pecah menjadi gelembung kecil-kecil kemudian bergabung menjadi gelembung yang lebih besar.
Proses Endositosis
Endositosis merupakan proses pemasukan zat dari luar sel ke dalam sel.vPartikel-partikel dari luar sel menempel pada membran kemudian mendesakvmembran sehingga terjadilah lekukan yang semakin lama semakin dalamvbentuknya seperti kantung dan akhirnya menjadi bulat lalu terlepas darivmembran. Bulatan tersebut berisi partikel, lalu akan dicerna oleh lisosom/ enzim pencerna yang lain.
Endositosis memiliki dua macam bentuk yaitu pinositosis dan fagositosis. Pinositosis merupakan proses pemasukan zat ke dalam sel yang berupa cairan. Hal ini sesuai dengan arti pino sendiri yaitu minum. Sedangkan fagositosis (fago = makan) merupakan pemasukan zat padat atau sel lainnya ke dalam tubuh sel. Sesuai dengan artinya, peristiwa ini seperti sel memakan zat lain.
Transpor aktif primer dan Transpor sekunder
Transpor aktif primer membutuhkan energi dalam bentuk ATP, sedangkan transpor aktif sekunder memerlukan transpor yang tergantung pada potensial membran. Kedua jenis transpor tersebut saling berhubungan erat karena transpor aktif primer akan menciptakan potensial membran dan ini memungkinkan terjadinya transpor aktif sekunder.
Transpor aktif primer dicontohkan pada keberadaan ion K+ dan Na+ dalam membran. Kebanyakan sel memelihara konsentrasi K+ lebih tinggi di dalam sel daripada di luar sel. Sementara konsentrasi Na+ di dalam sel lebih kecil daripada di luar sel.
Transpor aktif sekunder dicontohkan pada asam amino dan glukosa dengan molekul pengangkutannya berupa protein transpor khusus. Pengangkutan tersebut bersama dengan pengangkutan Na+ untuk berdifusi
ke dalam sel. Pengangkutan Na+ adalah transpor aktif primer yang memungkinkan terjadinya pontensial membran, sehingga asam amino dan glukosa dapat masuk ke dalam sel.
Pengertian Eksositosis
Eksositosis dapat diartikan, keluarnya zat dari dalam sel. Vesikel dari dalam sel berisi senyawa atau sisa metabolisme. Bersama aliran plasma, vesikel tersebut akhirnya sampai pada membran dan terjadilah perlekatan. Daerah perlekatan akan mengalami lisis dan isi vesikel keluar.
Proses Transpor Aktif
Pada transpor aktif diperlukan energi dari dalam sel untuk melawan gradien konsentrasi. Transpor aktif sangat diperlukan untuk memelihara keseimbangan molekul-molekul di dalam sel. Sumber energi untuk transpor aktif adalah ATP (adenosin trifosfat).
Biografi Robert Hooke
Robert Hooke (1635 – 1703), ilmuwan Inggris yang terkenal dengan teori elastisitas. Lahir di Pulau Wight, belajar di Oxford. Mendampingi Robert Boyle ahli fisika sebagai asistennya, membantunya dalam kontruksi pompa air. Tahun 1662 dia ditunjuk sebagai kepala penelitian Royal Society sampai dia wafat. Dia terpilih sebagai Partner Royal Society di tahun 1663 dan ditunjuk sendiri oleh Gresham ahli geometri di Oxford. Kontribusi terbesar Hooke adalah rumusan teori clasticiti.Dia juga sebagai pelopor dalam penelitian mikroskopik, dan mengemukakan observasinya, termasuk penemuan sel tumbuhan.




